Sunday, September 23, 2012

Berhenti dan dengarkan musik

Ini sangatlah luar biasa. Mohon luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca:

Seorang pria duduk di stasiun di Washington DC dan mulai bermain biola. Saat itu pagi Januari yang dingin. Dia memainkan 6 lagu Bach selama kurang lebih 45 menit. Di waktu tersebut, karena pada jam sibuk, di perkirakan ada sekitar 1,100 orang melewat stasiun tersebut, banyak diantara mereka dalam pe

rjalanan kerja.

Tiga menit berlalu, dan ada seorang pria tua meperhatikan bahwa ada seorang musisi bermain. Dia memperlambat kecepatannya, dan berhenti beberapa detik, dan kemudian dengan segera tergesa-gesa untuk menemui jadwalnya.

Semenit kemudian, pemain biola itu menerima tips 1 dollar pertamanya: seorang wanita melemparkan uang tersebut tanpa berhenti dan melanjutkan berjalan.

Beberapa menit kemudian, seseorang bersandar di dinding untuk mendengarkannya, tetapi pria tersebut melihat jamnya dan mulai berjalan lagi. Jelas bahwa dia terlambat untuk kerja.

Seseorang yang memperhatikan dengan sangat adalah seorang bocah berumur 3 tahun. Ibunya membawanya serta, terburu-buru tetapi anak tersebut berhenti untuk melihat sang pemain biola. Akhirnya, ibunya mendorong dengan kuat, dan anak tersebut kembali berjalan, sambil membalikkan kepalanya. Aksi ini terulang oleh beberapa anak lainnya. Setiap orang tua, tanpa terkecuali, memaksa mereka untuk lanjut berjalan.

Dalam 45 menit musisi itu bermain, hanya 6 orang yang berhenti dan berdiam diri untuk sesaat. Sekitar 20 orang memberikannya uang, tetapi lanjut berjalan dalam kecepatan normal mereka. Dia mengumpulkan $32. Ketika dia selesai bermain dan keheningan muncul, tidak ada seorang pun memperhatikannya. Tidak ada seorangpun yang bertepuk tangan atau ada penghargaan apapun.

Tidak ada seseorangpun yang mengetahuinya, bahwa sang pemain biola adalah Joshua Bell, salah seorang musisi paling bertalenta di dunia. Ia baru saja memainkan salah satu musik terumit yang pernah dituliskan, dalam sebuah biola seharga 3.5 juta dollar.

Dua hari sebelum permainannya di kereta api bawah tanah, Joshua Bell bermain dalam sebuah teater di Boston dengan tiket yang sold-out dengan harga rata-rata $100.

Ini adalah cerita nyata. Joshua Bell menyamar untuk bermain di stasiun dan acara tersebut diatur oleh Washington Post sebagai bagian dari eksperimen sosial tentang persepsi, rasa dan prioritas dari orang-orang. Bahan percobaannya adalah: dalam sebuah lingkungan yang umum pada waktu yang tidak tepat: Apakah kita menghargai sebuah keindahan? Apakah kita akan berhenti untuk menghargainya? Apakah kita akan mengenal talenta tersebut dalam konteks yang tidak terduga?

Salah satu kesimpulan yang mungkin bisa diambil dari percobaan ini adalah:

Jikalau kita tidaka memiliki waktu untuk berhenti dan mendengarkan salah seorang musisi terbaik di dunia memainkan musik terbaik yang pernah ditulis, berapa banyak hal lainnya yang kita telah kehilangan?

Berhentilah sejenak dan dengarkan.
Sering kali kita bergerak terlalu cepat dan terburu-buru sehingga kita kehilangan begitu banyak hal berharga di dalam hidup kita.

Jikalau Anda suka kejadian nyata ini dan menginspirasi Anda, share kepada teman-teman Anda agar menjadi inspirasi dan pengingat bagi mereka juga.
video youtube


Copas from: Toni Raharjo .. terimakasih atas tulisan inspiratifnya

Thursday, September 06, 2012

Mitos 350 Tahun Indonesia dijajah

Tahun 1985. Saya duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, ketika mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) pertama kali diluncurkan oleh Pemerintah Orde Baru. Sejak itu, saya jadi sering mendengar ungkapan dari para guru bahwa penjajahan di Indonesia berlangsung selama 350 tahun. Hah 350 tahun? Pikir saya. Alangkah lamanya.

Namun tak ada yang protes dengan angka tersebut. Semua orang (termasuk saya) seolah sudah sepakat bahwa Indonesia memang dijajah dalam kurun waktu sebanyak itu. Hingga pada 1991, saat duduk di bangku kelas 1 SMA, saya membaca perdebatan antara Soe Hok Gie dengan salah seorang dosen sejarahnya.

Soe sangat tidak terima Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Mengutip pendapat Profesor G.J. Resink (sejarawan UI yang berkebangsaan Belanda), aktivis dan mahasiswa sejarah itu menyebut angka tersebut hanya “dramatisasi politik” Soekarno untuk membakar rakyat Indonesia punya jiwa.

“Dalam kenyataannya, Belanda tak pernah bisa menguasai 100% wilayah Nusantara sampai akhir kekuasaannya,”kata Soe sambil menyebut beberapa pemberontakan rakyat Aceh yang masih berlangsung hingga 1942.

Rahmat Safari, salah seorang teman saya yang sangat menggilai sejarah, bahkan berani menyebut penjajahan Belanda atas Indonesia hanya 4 tahun (1945-1949). Apa sebab? “Sebelum 1945, secara de facto dan de jure, memang Republik Indonesia sudah ada?”katanya malah balik bertanya kepada saya.


Logika historis Rahmat saya pikir-pikir memang ada benarnya juga. Nama Indonesia sendiri baru disebut-sebut di kalangan ilmuwan ketika pada 1850, seorang etnolog berkebangsaan Inggris bernama James Richardson Logan menulis Ethnology of the India Archipelago (dimuat dalam The Journal of Indian Archipelago and East Asian Edisi IV Adolf Bastian. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Adolf Bastian, seorang etnolog Jerman (1826-1905) lantas menulis sebuah buku berjudul Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu).

Sebelum 1945, wilayah Indonesia memang dikenal sebagai Hindia Belanda.Artinya India punya Belanda.Itu untuk membedakan dengan Hindia Barat atau India yang punya Inggris. Dua nama itu murni hasil kesepakatan antara bangsa penjajah semata.

Dan jauh sebelum ada nama Hindia Belanda,kawasan kita lebih dikenal sebagai Nusantara (artinya diantara pulau-pulau).Isinya terdiri dari berbagai bangsa dan kerajaan seperti Bali, Gowa, Pajajaran, Melayu, Andalas, Pagaruyung, Mataram, Banten dan lain sebagainya.

Kembali ke soal angka 350 itu. Tak ada orang yang tahu dari mana angka itu muncul. Kalaupun itu dihitung sejak kedatangan pertama kali armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman pada 22 Juli 1596 atau Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck pada 1 Mei 1598 ,saya pikir itu tidak tepat juga. Bukankah saat pertama kali mereka datang ke Pelabuhan Banten tujuannya hanya berbisnis semata,bukan melakukan penjajahan? Alih-alih menjajah, mereka bahkan terikat kesepakatan dengan Kerajaan Banten dan justru mempersembahkan upeti kepada Sultan Banten.

Harus diingat pula, setelah berdirinya Maskapai Perdagangan Hindia Timur (VOC) pada 1602 tak serta merta urusan “penguasaan” ekonomi dan politik Belanda atas kawasan Nusantara berlangsung mulus. Berbagai perlawanan terjadi ketika Belanda berniat menganeksasi wilayah kerajaan-kerajaan yang ada saat itu.

Muncullah berbagai perang yang terjadi di berbagai di kawasan Nusantara. Di Sumatera Barat meletus Perang Padri (1821-1837), di Jawa Tengah dan Yogyakarta terjadi Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh I (1873-1907), Perang di Jambi (1833-1907), Perang di Lampung (1834-1856), Perang di Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1852-1908), Perlawanan di Sumatra Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh II (1912-1942).

Praktis hingga 1942, Belanda tidak bisa sepenuhnya menguasai wilayah Nusantara. Di beberapa kawasan seperti Banten, Aceh dan sebagian wilayah Sumatera lainnya, bahkan secara de facto Belanda hanya menguasai kawasan kota semata. Sedangkan kawasan pelosok dan pedalaman, tetap dikendalikan oleh para pejuang lokal.

Bahkan menurut sejarawan dari Universitas Padjajaran, Nina Lubis, hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Bali, dan beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jadi masihkan kita menyebut dengan “takjub” bahwa kita telah dijajah Belanda selama 350 tahun? (hendijo).

post by webane.com

Wednesday, September 05, 2012

Foto Eksekusi Mati Kartosoewirjo

Jakarta Misteri teka-teki tewasnya Pemimpin DI/TII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) terungkap. Selama ini, hampir 50 tahun informasi seputar Kartosoewirjo tertutup. Bagaimana dia dieksekusi dan di mana dia dikuburkan selalu menjadi pertanyaan.

Informasi di berbagai literatur menyebutkan bahwa Kartosoewirjo ditangkap Batalion Kujang II Siliwangi pada 4 Juni 1962 di kawasan Gunung Sangkar dan Gunung Geber.

Tapi kini, dalam 81 foto yang termuat dalam buku yang dirilis Fadli Zon, berjudul 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' terungkap detik-detik menjelang eksekusi, yang disebut TNI sebagai pemberontak.

Buku itu akan diluncurkan Fadli Zon pagi ini, Rabu (5/9/2012) pukul 10.00 WIB di Galeri Cipta, TIM, Cikini, Jakpus. Dalam peluncuran buku itu akan hadir sejumlah tokoh dan sejarawan, serta keluarga Kartosoewirjo.

Dalam buku setebal 90 halaman dengan sampul hijau itu Fadli menuturkan bagaimana dia mendapatkan foto-foto eksekusi mati Kartosoewirjo yang bercita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia. Dalam buku itu terpampang proses eksekusi Kartosoewirjo.

"Buku ini ditulis dengan tujuan utama mengangkat sebuah fakta sejarah penting dalam perjalanan hidup Sekarmadji Maridjan Kartosowirjo. Inilah detik-detik akhir kehidupan Kartosoewirjo yang dieksekusi mati pada 12 September 1962," jelas Fadli dalam bukunya.

Berbagai macam buku soal Kartosoewirjo, yang pernah dianggap Imam Mahdi dan satria piningit oleh pengikutnya begitu banyak. Tapi tidak seperti buku yang diluncurkan Fadli, yang jelas berbicara lewat gambar.

"Tepatnya 7 Agustus 2010 saya mendapatkan koleksi foto-foto tersebut. Setelah saya selesai acara Java Auction (lelang benda-benda filateli dan numismatik) di Hotel Redtop, ada seorang kolektor yang menawarkan koleksi foto Kartosoewirjo. Koleksi foto ini adalah artefak sejarah yang penting," tulis Fadli.

Tapi Fadli mengaku tidak tahu asal muasal foto ini. Dia hanya menyebut foto proses eksekusi Kartosoewirjo ini belum pernah dipublikasikan dan satu-satunya di dunia.

Kartosoewirjo merupakan pemimpin besar NII. Dia memproklamirkan berdirinya NII, pada akhir 1950-an. Hingga kemudian pada 1962, melalui operasi pagar betis TNI, Kartosoewirjo yang melakukan perlawanan di kawasan Garut dibekuk. (COPAS dari DETIK.COM)

Berikut contoh-contoh fotonya yg diambil dari hasil browsing...













Friday, September 16, 2011

The Power of Niat

Pagi ini masuk agak telat, tapi beruntung pas ceklok absen ternyata tidak berwarna merah, jadi belum telat selama cetakannya masih berwarna hitam, hehe. masuk ruangan dan hal yg pertama aku buka adalah email yahoo, dan facebook. seperti biasa banyak status baru yg biasa saja. tetapi ada satu status yg menarik yaitu statusnya Suhardiansyah, dia temenku waktu di Gontor dan juga di Kairo dulu. dari dulu memang anak ini pinter, nyeleneh tapi rasional, santai tapi dalem kata-katanya, gw suka gaya lo, he.. Status dia adalah:
suatu ketika syeikh Hamdun an-NIsaburi ditanya:"Mengapa omongan ulama terdahulu lebih bermanfaat dari omongan kita?" jawab beliau: "Karena mereka bicara untuk kemuliaan islam, keselamatan jiwa dan ridho Allah. sedangkan kita bicara untuk kemuliaan jiwa, mencari harta dunia dan agar orang lain menyakini kita benar". (thabaqat S) Allahummah dina bihudahum ilaika ya Rabb

Ini status sangat dalam, tapi kalau boleh menggaris bawahinya bahwa ternyata niat mampu mengantarkan manusia mencapai targetnya, mengantarkan power atas apa yg dibicarakannya, menjadikan nada bicaranya seperti memiliki ruh yang mampu mensugesti orang lain, bukan karena retorika dan paparan ilmiah yang membuatnya berbusa-busa untuk menyimpulkan satu dua kata yang simple. Niat secara otomatis juga mensugesti dirinya sendiri, menjadikan fisik, akal, dan jiwanya sinergi. yang timbul hanya semangat, bekerja keras, dan tawakal. Meski memang pertanyaannya "niat seperti apa?" kita tidak pernah tau apa yg ada dalam diri kita, tetapi mari mulai menanyakan pada diri kita sendiri tentang apa target hidup, atau kita malah takut untuk jujur pada diri kita sendiri tentang tujuan kita. Ketika tujuan tidak ada, maka niatpun tidaklah ada, dan ketika itu kita sudah kehilangan sebagian dari ruh hidup kita. naudzu billah ..


 

Friday, June 17, 2011

kangen juga menulis di blog

2004 awal dimana mengenal blog ini .. serasa lamo sekali tak lagi aktif menulis di blog, yaa entah apa yang membuat ku begitu malas menulis disini .. yang pasti setiap saat update blogku selalu ku terima, meski dalam sebulan hanya 1 atau dua orang visitors .. hahaaha.. memang targetku membuat blog bukan untuk mendatangkan visitor kemari, hanya sekedar sebagai bagian dari curahan hati aje yang kadang membuatku puas saat menulis disini ..

yaa setelah pulang ke Indo, nyaris aku gk pernah menulis di blog, selama ini aku hanya menulis di www.selasi.net, sebagai media untuk mencurahkan segala kreatifitasku untuk menulis yg lebih bermutu dan lebih banyak dibaca orang .. senang bisa melihat visitor nya banyak, senang bisa berbagi, meski memang tidak seorang pun pengunjung situs itu mengetahui siapa dibalik layarnya... hahaha..

tetapi Allah gk buta, dan dia tahu betul.. so ... rasa dahagaku untuk menulis tersalurkan lewat situs tersebut, meski memang orang hanya mengenal selasi not wasugi .. any how, aku bangga saat tulisan-tulisan iseng yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sepele banyak dibaca orang ....

sorry pak blog, apabila aku melupakanmu .. tetapi mulai sekarang insya allah lah akan lebih sering menulis dari biasanya .. hehehe

Thursday, September 23, 2010

Kiroro - Miraee with English Translation

The song name is Mirai e (Towards The Future)

Hora ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai

Haha ga kureta takusan no yasashisa
Ai wo idaite ayumeto kurikaeshita
Ano toki wa mada osanakute imi nado shiranai
Sonna watashi no te wo nigiri
Isshoni ayundekita

Yume wa itsumo sora takaku aru kara
Todokanakute kowai ne dakedo oitsuzukeru no
Jibun no story dakara koso akirametakunai
Fuan ni naruto te wo nigiri
Isshoni ayundekita

Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari
Hanareta haha e sunao ni narezu

Hora ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai

Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari
Hanareta haha e sunao ni narezu

Hora ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai

Hora ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai
Mirai e mukatte
Yukkuri to aruite yukou



English Translation

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future

My mother gave me so much kindness
“Embrace love and walk,” she said over and over
At that time I was still immature
I didn’t understand her meaning
She held my hand
And walked with me

Our dreams are always high in the sky
It’s scary that they might not come true
But we still continue to chase them
Because it’s our story
We don’t want to give up
When I was unsure she held my hand
And walked with me

There were times when I hated that kindness
When separated from my mother I couldn’t be obedient

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future

There were times when I hated that kindness
When separated from my mother I couldn’t be obedient

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future
Turn towards the future
Let’s walk slowly

Saturday, August 14, 2010

MERDEKA : Adakah yang peduli akan hak kami?

Mendapat kehidupan adalah anugerah, mempertahankan dan menjaganya adalah kewajiban, semua umat manusia dengan berbagai ideology sepakat bahwa manusia mempunyai hak yang harus dijaga dan dilindungi. Tidak ada keraguan diantara kita bahwa merampas hak adalah pelanggaran kemanusian baik secara hukum positif maupun etika social dan agama.

Seperti halnya hidup, anak adalah anugerah yang sangat sacral, posisinya adalah amanah Tuhan. Maka kewajiban kita untuk mengiliminasi pengukungan haknya dari cara berfikir, pengambilan kebijakan, etika social, tata pranata social, bahkan etika promosi dagang.

Lembaga perlindungan anak di Indonesia menjamur bak cawan di musim hujan, semua berfilosofi bahwa hak anak harus dilindungi dan perjuangkan, anak Indonesia harus mendapat pendidikan yang layak, kehidupan yang baik, perlakuan social yang tepat, terhindar dari kekerasan fisik dan psikis.Media informasipun tak ketinggalan mengangkat topic hak anak sebagai headline saat terjadi pelanggaran hak anak, bahkan kasus guru yang menempeleng murid yang badung jauh lebih penting diberitakan dari pada bagaimana seorang guru berjuang untuk mendidik muridnya.

Ya, kekerasan pada anak adalah pelanggaran hukum. Ya, pemerkosaan anak adalah pelanggaran. Saat kita berkonsentrasi untuk menjaga kehidupan anak, pertanyaan saya adalah, kehidupan seperti apa yang kita berikan pada anak?

Pastinya kehidupan yang ingin kita berikan adalah kehidupan yang baik, hidup yang berkualitas, baik secara fisik ataupun mental. Kualitas hidup anak ditentukan dari masa anak itu dikandung dan dilahirkan, pendidikan dini, kasih sayang dan pemberian makanan yang tepat adalah bagian dari faktor yang harus dipenuhi untuk menjamin kehidupan anak yang baik.

Kita tahu rokok itu tidak baik untuk kehidupan dan mental anak, maka saat anak balita merokok semua orang tersedot perhatiannya. Bahkan Kak Seto langsung terbang dan bertemu langsung dengan anak tersebut, dan memfasilitasi program rehabilitasinya.

Selain rokok kita juga tahu bahwa pemberian susu formula itu meningkatkan resiko penyakit akut seperti penyakit usus besar, infeksi telinga, beresiko tercemar sakazakii, kanker (leukemia, getah bening, neuroblastoma), kencing manis, obesitas, asma dan alergi.

Artinya pemberian susu formula sama bahayanya dengan rokok, tetapi apakah kita pernah melihat reaksi pemerintah, LSM anak, tenaga kesehatan dan masyarakat untuk bersama-sama menghentikan praktik pemberian susu formula yang merugikan? Pernahkah kita melihat satu figur penting bangsa ini berdiri tegak dan berkata “ayoo dukung ibu untuk menyusui?”

Lantas kehidupan model apa yang kita perjuangkan untuk anak Indonesia? Kualitas hidup apa yang kita ingin berikan untuk mereka?

Saat kita peduli pada hak anak, saat kita peduli pada kesehatan anak maka kita peduli pada praktik-praktik yang beresiko menyebabkan anak Indonesia sakit. Saat kita konsen dengan pemenuhan makanan anak, maka sebaiknya kita konsen terhadap pemenuhan makanan anak yang tepat. Mendukung ibu untuk memberikan ASI adalah bagian dari pemenuhan hak anak untuk hidup, kesehatan, makan, peran dalam pembangunan, berkreasi dan mendapat pendidikan.

Perampasan akan hak anak mendapat makanan yang tepat, adalah perampasan hak anak untuk hidup kelak dengan kehidupan yang berkualitas. Menyusui adalah langkah awal menciptakan generasi super, generasi dengan mentalitas prima, generasi yang siap bersaing dalam kehidupan global.

Kegelisahan anak bangsa yang tidak mendapat ASI.

Wawan Sugianto (Wasugi)

Tuesday, January 06, 2009

Kapan Pertolongan Allah itu datang?

Seminggu sudah saya melihat berita dimanapun, baik dari media cetak atau elektronik mempublikasikan serangan Israel ke Palestina, sepertinya kuping saya mulai bosan dengan berita itu, dari puluhan tahun lalu, peperangan itu tidak pernah usai, nyawa seperti kacang goreng disana, bisa kapan saja mati terkena pluru atau reruntuhan gedung, ironis..

Doa pun tidak henti dipanjatkan, sms tentang permohonan membaca ayat-ayat penting berseliweran masuk ke handphone saya, seperti tidak pernah ada henti umat Islam Indonesia mendukung umat Islam yang ada di Palestina. tetapi agresipun tetap berlangsung dan Palestina tetap kalah dan makin hancur. Saya makin berpikir, seperti 1.430 tahun lalu tertulis dalam Quran "mataa nashrullah" alias "kapan pertolongan Allah akan datang?". Sedih sekali, dalam duduk selalu saya berfikir dan beguman "Allah, kapan kau tunjukan kebesaranMu pada kami, rahasia apa yang mau Kau tunjukan pada kami, kenapa selalu Kau biarkan kami menangis dalam kehancuran yang tak berujung?".

Dalam kegelisahan ini saya coba membuka al-Quran, saya baca ayat apapun yang terbuka, lalu tidak sengaja saya dapatkan ayat "apakah akan Ku biarkan kamu berkata kalau kamu telah beriman tanpa kami uji". yaa saya tahu, itu ujian memang itu ujian, sampai kapan kami lulus dari ujianMu Allah? ehmmm... mungkinkah sampai semua habis, dan tersisalah orang-orang yang istiqomah dalam prinsip dan jalan-Mu, atau sebaliknya? sampai semua orang yang loyal pada-Mu habis dan tersisalah iblis-iblis di dunia dan saat itulah kau hancurkan dunia ini?.

aaahh.. pusing... tak tahan otak saya memikirkan itu, saya coba berjalan ke taman RW yang memang tidak ada indah-indahnya, yang ada hanya pohon-pohon dan deretan mobil di parkir, tapi biarlah yang penting dapat melihat alam lain. aku melihat tukang parkir, satpam lagi pada ngrokok di satu kedai rokok kecil di pinggir jalan. aku perhatikan mereka, apakah mereka akan tetap jadi satpam seumur hidup? ku lihat tukang parkir sudah cukup tua, mungkinkah dia akan tetap disana sampai mati? duduk dipinggir jalan dengan kursi kayu yang hampir roboh, yang hanya muat 2 pantat untuk duduk disana, aku berjalan melewatinya, dia tersenyum padaku aku pun coba lempar senyum "misi pak". "iya pak, mau keluar ya?" jawabnya.

Dari sana kok aku seperti merasakan getaran, perubahan itu ada karna kau mau berubah. yaa mau berubah, mau untuk berubah. palestina bukan tidak mau berubah, tapi umat Islam dunia tidak mau merubahnya. yaa tidak akan berubah karna umat islam tidak mau berubah. aku senyum-senyum mengingat itu.

bayangkan, saudi arabia semua orang tau dengan siapa mereka dekat? bukankah mereka itu budak amerika? ingat penyerangan amerika ke Irak dan afganistan? dimana tentara amerika itu "parkirkan" pesawatnya? bukankah di saudi? pernahkah terdengar sedikit saja suara lantang dari raja saudi tentang penyerangan israel ke Palestin?jarang sekali, kenapa? karena mereka tidak peduli... (semoga saya salah, amin ya rob) bayangkan, saat khodimul haromain saja begitu bagaimana dengan negara lain?

lihat Kuwait, kurdi, mesir, emirat dan lain sebagainya, apa yang mereka lakukan untuk palestin. bahkan emirat arab yang dulunya persatuan dari negara-negara arab lebih memilih pecah. lihatlah bendera-bendera merah putih hitam, itu semua tadinya satu negara dan mereka pecah. yaa pecah, demi kekuasaan...

saya ajak berfikir agak jauh, saat Nabi Muhammad wafat, sudah munculah dua golongan (memang saat itu tidak terlalu terlihat tapi benih-benihnya mulai muncul). abu bakar dan kawan-kawannya langsung berunding untuk mengadakan pemilihan pemimpin umat, sedangkan Ali dan ahlil baitnya sibuk mengkapani dan mengubur sayidil karim Muhammad SAW. itulah penyebab awal munculnya syiah, baru muncul kemudian saat usman terbunuh, demi kekuasaan utsman pun meregang nyawa, apalagi saat Ali memimpin dan juga terbunuh, makin pecah belahlah umat islam. setelah itu lebih parah lagi bergeserlah generasi khilafiah (kekholifahan yang dipilih secara demokrasi) menjadi kerajaan (mulukah) yang pemimpinnya turun temurun ... ahirnya dinasti penguasa Islam pun mulai dikotak-kotak. saling menjatuhkan, dari dinasti ke dinasti... sedih...

ehmmm.. padahal Rosulullah selalu mengingatkan, bahkan di nafas terahirnya, umatku, umatku, umatku... sungguh kecintaan yang abadi darinya. kenapa umatnya membalasnya dengan berpecah belah.

Jadi, kunci perdamaiannya adalah, bersatunya seluruh umat islam. yaa hanya itu, sebelum bersatu, tidak akan pernah datang perdamaian di Palestina, sampai kiamat tiba. tidak perlu mendirikan satu negara islam, tetapi yang penting mempunyai satu kesatuan suara, yaitu ISLAM.. yaa ISLAM... bukankah tuhan selalu ingatkan, "aku tidak akan pernah merubah satu kaum, sebelum dia sendiri mau berubah". mau berubah, mau berubah, mau berubah. kita selalu berdoa setiap setelah tarawih di bulan suci ramadan yaitu doa kamilin, "Allah, sempurnakan iman kami, dan terhadap kewajiban kami tunaikan ....... dan dari hal duniawi kami menahannya, dan demi akhirat kami "mengejarnya", dan atas nikmat-Mu kami bersyukur, dan atas bala (kehancuran) kami berlindung padaMu, di bawah bendera Muhammad SAW".

Hanya satu bendera berkibar diatas dan dibawahnya silahkan kibarkan bendera lain, karena Islam di atas dan untuk semua golongan.

Saya duduk dan berlindung kepada Allah, dari godaan syetan yang terkutuk.