Thursday, April 06, 2006

Sang Kuda

Sudah pernah naik kuda? saya terahir naik kuda waktu kecil, kira-kira tahun 1987-an. waktu masih SD, di Kebun binatang bandung. tidak tau sekarang, apakah masih atau tidak. meski ada diantara kita sesaat setelah menunggang kuda akan merasa puas dan tertarik untuk naik kembali, tetapi tidak banyak yang setelah menunggang kuda kita justru kapok alias troma. karena jatuh dari kuda atau menjatuhkan diri..

banyak literatur dan mitos yang beredar tentang kuda. mungkin karena kedekatannya kepada manusia, sehingga imajinasi-imajinasi yang dibuat dari sosok kuda sangat banyak. yang menjadi heran juga, dalam beberapa interpreasi tentang Buraq saat Muhammad isra mi`raj, diceritakan bahwa beliau menunggangi binatang berbadan Kuda bersayap meski saya mah tidak percaya lah. tetapi kenapa muncul imajinasi kuda?

jadi teringat kepada Pegasus, dalam mitologi Greek, adalah Kuda yang bersayap, berasal dari darah Medusa yang mati dipenggal oleh Perseus. Pegasus berarti anak dewa Poseidon yang terkenal sebagai dewa laut anak dari Cronus dan Rhea.

Unicorn, adalah mitos China berabad-abad tahun. bersamaan dengan mitos Naga. unicorn digambarkan sebagai Kuda bertanduk satu, berbadan rusa, berekor lembu jantan, juga bertanduk. rambutnya berwarna-warni. lima warna yang menggambarkan 5 rahasia China.

kuda masuk dalam keluarga Equidaea, muncul kira-kira 10 juta tahun setelah kepunahan Dinosaurus, Spesis pertamanya disebut eohippus yang terkenal dengan "the dawn horse". yang hidup pada masa Eocene.

Kedahsyatan kuda dalam berlari sudah tidak diragukan lagi, bahkan the horsepower (HP) menjadi standard ukuran pada International System of Units (SI) for power, terutama dibidang otomotif. pada tahun 1782 james watt, menghitung horsepower sama dengan 0.74569987158227022 kW jadi kekuatan satu kuda sama dengan 33,000 ft·lbf per menit. wow..

kalau melihat tentara perang jaman-jaman dulu, seperti tentara Romawi atau tentara lainnya, gagah sekali, Tuanku Imam Bonjol meskipun hanya patungnya yang bisa kita lihat, kuda seperti `sejiwa` dengan si penunggangnya, gagah berani. kuda sering dipake untuk perang karena memang insting kuda sangat kuat dalam menghindari ancaraman dan sangat tangkas. dia bisa berlari menghindar dan bersembunyi. hebat sekali..

Memelihara kudapun tidak banyak resiko, tidak seperti memelihara anak harimau, atau anak singa. mungkin karena instingnya yang selalu ingin tahu dan tidak mengancam,karena dia mempunyai horsemanship natural. nah melihara kuda yuk!!

7 comments:

Anonymous said...

Wah, jadi inget dulu waktu kecil jalan-jalan naik kuda di sekitar Taman Sari / Ganesha Bandung... berapa puluh tahun yang lalu ya? :)

.n.a.n.a. said...

blom pernah naek kuda :">
paling banter ya delman... :P

chia said...

pernah dooong.. dulu di puncak jaman kecil.. kynya terakhir jaman sma deh.. hhehehe..

ngomong2 soal mitologi yunani, jadi inget wkt sd suka main ttg dewa2 itu di mobil jemputan.. dan saya jadi medusa, tapi kadang jadi aphrodite jg.. hehehee..

Anonymous said...

hohoho naik kuda emang asik asal pelan2, ngeri jatuh euy heuheuheu

Anonymous said...

pada hari minggu ku turut ayah ke kota.. naik kuda istimewa ku duduk di muka..hihihi...

dah tua begini masih aja mo naik kuda, huehehehe...

RoSa said...

RoSa pernah naek kuda poni waktu kelas 2 SD di taman safari...ada tuh fotonya :D

Sisca said...

Mas, pantes di sini byk yg memelihara kuda..sy pikir itu sebuah fenomena..ternyata karena gampang merawatnya..:)